Rabu, 23 Desember 2009

Menonaktifkan penghapusan otomatis angka nol di depan.

Biasanya sulit untuk menulis nomor telpon selular di tabel pada OpenOffice Writer, sebab angka nol di depan akan dihapus secara otomatis. Misalnya jika ditulis 08135xxxxxxx, maka tiap ganti baris akan hilanglah angka nol di depan.
Solusinya sederhana:

Right click in the table, then Number Recognition: OFF (unchecked).

Credit:
[11] http://user.services.openoffice.org/en/forum/


Selasa, 03 November 2009

Masalah toolbar pada Gnome Ubuntu Karmic

Pada instalasi Ubuntu 9.10 Karmic Koala di HP mini seri 110, tepatnya 1013, terdapat masalah pada toolbarnya (gnome-panel). Saya tidak bisa mengedit menu, baik dari System > Preferences >Main Menu , maupun dari klik-kanan di atas tulisan Applications (Edit Menus). Herannya jika dicoba edit dengan sudo, maka menu bisa diedit (milik root).

Berikut solusi adaptasi untuk kasus yang saya hadapi ini:
1. Coba untuk memanggil aplikasi editing menu (alacarte) : $ alacarte  .
Jika di terminal ada tampilan pesan kesalahan akses folder, maka lakukan langkah berikutnya.

2. Pindahkan (atau kalau berani, hapus) direktori (folder) menus di direktori home.
Direktori ini tersembunyi (hidden) di /home/namakumaman/.config/menus .

Yang saya lakukan:
$ cd /home/namakumaman/.config/
$ sudo rm -rf menus/
$ sudo killall gnome-panel

lalu coba untuk mengedit menu dengan mamanggil
$ alacarte

Dengan demiikian akan dibentuk direktori baru (menu)

...done

Credit
http://ubuntuforums.org/showthread.php?p=8215762


Sabtu, 31 Oktober 2009

Laporan awal Ubuntu Karmic HP Mini 1013

Kemarin saya berhasil melakukan fresh install Ubuntu 9.10 Karmic Koala di netbook HP Mini 1013 (seri 110). Saya melakukan booting dari USB drive dengan ekstraksi file ISO Karmic desktop (dengan bantuan Unetbootin). Setelah instalasi hampir semua berjalan lancar kecuali Broadcom wireless driver. Ini celakanya karena saya sedang berada di warnet Wifi yang tidak memiliki kabel LAN. Untungnya saya punya simpanan USB dongle TL-WN322G, tinggal tancap dan langsung berfungsi. Dari sini saya bisa mengakses Administration >> Hardware Drivers untuk melakukan aktivasi driver internal wlan saya. Jadi pesan moralnya untuk instalasi awal HP Mini 1013, IMHO, sebaiknya jangan tanpa ketersediaan kabel LAN atau modul wlan eksternal yang diketahui sudah otomatis terdeteksi oleh kernel pada versi Ubuntu sebelumnya.

Sisanya instalasi berjalan lancar, apalagi modem Smart-Telecom ZTE AC2726 bisa beroperasi lancar di sistem Ubuntu Karmic Koala. Termasuk juga untuk loader Vista pada booting netbook, berhasil tanpa masalah dengan Grub.

Maaf baru sampai di sini saya bisa menulis, berhubung "dikejar" tugas yang belum selesai maka semua screenshots dan setting lain (misalnya wvdial.conf) belum sempat saya kerjakan untuk blog ini. Sekedar memberi semangat untuk rekan-rekan dan testimoni saja dulu. Happy install


Rabu, 14 Oktober 2009

Normal atau tidak, tergantung siapa yang menilainya

Normal dan tidak normal itu seringkali tergantung dari cara memandangnya. Kadang cara pandang itu fungsional kadang tidak, hanya memuaskan perasaaan saja. Sebagian besar kita pernah berada di dua sisi uang koin itu, dinilai tidak normal dan menilai orang lain tidak normal. Kebetulan artikel dari the Atlantic ini saya temukan. Seri tentang orang-orang yang berfikir berani...semoga menjadi pencerahan dan inspirasi

Name: Thorkil Sonne
Job:
CEO and Founder of Specialisterne
Why he’s brave:
He launched a software-testing company and staffed it with employees who have autism spectrum disorder.
Quote:
“I think normality is whatever the majority decides it will be, and in our company people with autism are the norm.”


After his son Lars was diagnosed with autism in the late 1990s, Sonne had an epiphany. Autistics tend to have poor social skills and difficulty responding to stress or changes, which makes finding work a challenge (one study suggests that only 6 percent of autistic adults have full-time employment). But Sonne realized that they also tend to be methodical, possess excellent memories, and show great attention to detail and tolerance for repetition—in other words, they might make excellent software testers. With this in mind, Sonne launched Specialisterne, in Copenhagen, in 2004.

Thirty-seven of its 51 employees have autism (though most have a mild form called Asperger’s syndrome). The firm now pulls in $2 million a year in revenue and serves clients like Microsoft and CSC. Sonne refuses to run the company like a charity: he competes in the open market and aims to make a profit. This makes government support unlikely, but it may lead to a sustainable new model for companies with disabled employees: Harvard Business School now uses Specialisterne as a case study in social-enterprise business. People on the autistic spectrum are not superhuman memory machines; but neither are they incapable of work. Sonne treats them as employees with strengths and weaknesses that smart employers should respect—and capitalize on.

link ke artikel aslinya the Atlantic : Brave Thinkers


Kamis, 08 Oktober 2009

Peringatan dari seorang ibu

Entah saya yang kurang banyak membaca, atau lainnya, yang jelas ini sungguh unik. Baru pertama kali ini saya temukan buku non-fiksi yang dedikasinya sejujur ini. Lucu, tetapi tragis ...

In memory of


My uncle, Mr. Mak Chung Lun, a kind-hearted gentleman, who
was separated from his wife after only a few years of marriage +.

DKM

+
His observant mother, Ms Chow Chu, repeatedly cautioned him not to marry his wife. Even on the night before his wedding, she pleaded with him, “It is still not too late. I cannot stay with you for the rest of your life. You are the one who will be living with your spouse.”
Her scientific premonition proved to be true.

Dari buku :

Solving everyday problems with the scientific method : thinking like a scientist

/ by Don K. Mak,
ISBN 978-981-283-509-3 (hardcover)

Intinya si emak sudah punya firasat tentang si calon mantu, hati-hati dengan scientific premonition dari ibu ...


Sabtu, 03 Oktober 2009

Listrik tanpa kabel, prototipe by Sony

Sony prototype sends electricity through the air


...
Sony has developed a prototype power system that can send enough electricity to power a television set wirelessly over a short distance, it said Friday. In tests the company succeeded in sending a conventional 100 volt electricity supply over a distance of 50 centimeters to power a 22-inch LCD television.
...
continue reading


Jumat, 02 Oktober 2009

Secuplik rahasia kesuksesan ekonomi China

Exploring The Secret Of China's Economic Success

...

The country's economy has continued to grow quickly despite the global recession. This has some observers wondering whether China's authoritarian political system has given it an advantage in promoting economic development.

Scholars such as Wang Zhengxu, a senior research fellow at England's University of Nottingham, see a pattern.

"In the early stage of economic takeoff, you normally need a strong government that can mobilize resources, that can concentrate government priority to the sectors that are important for the economy," he says. "In that case, a one-party or a more centralized system will have an advantage."

But Wang says it is the policies that matter more than the type of government.

...

original news




Rabu, 30 September 2009

Masyarakat paguyuban dan patembayan

Tulisan berikut menarik karena menjelaskan tentang istilah paguyuban dan petembayan (patembayan). Saya copy di blog ini karena akses langsung ke artikel itu rusak, untung masih ada Google cached.

Radar Sulteng Online
Berita Opini (tautan ke artikel asli)
Sabtu, 18 Oktober 2003
Hidup Dan Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara
Oleh Prof. Drs. H.Z. Mangitung *)

Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat manusia yang sama dengan sederajat serta dikaruniai akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam semangat persaudaraan (UU RI No. 39/1999 HAM).

Hidup artinya masih terus ada, bergerak dan bekerja karena dalam diri manusia ada nyawa atau jiwa ciptaan Tuhan (Homo Religius); Secara yuridis konstitusional menurut UUD 1945 pasal 28 A menyebutkan : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya, jo KUH Perdata Pasal 1 menyebutkan 'Menikmati hak perdata tidaklah tergantung pada hak kenegaraannya', ini berarti dalam diri manusia itu melekat terkait didalamnya "hak untuk hidup dan kehidupan serta kemanusiaan yang bersifat universal". Bahkan seorang anak yang masih dalam kandungan ibunya telah dianggap lahir, bila mana kepentingan si anak itu menghendakinya, dan bila lahir mati dianggap tidak pernah ada di dunia (teori fiksi KUH Perdata pasal 2 dan 3), contohnya menyangkut pembagian warisan, dilarang melakukan aborsi atau menggugurkan janin dalam kandungan yang berarti suatu pembunuhan/pelanggaran HAM; Oleh karena itu saya lebih cenderung mengatakan makna Keluarga Berencana (KB) bukan sebagai pembatasan kelahiran (Birth Control) tetapi pembatasan kehamilan. Kehidupan itu sendiri berarti cara hidup manusia; Sebenarnya apa dan bagaimana arti cara hidup? Pertanyaan ini mengindikasikan bahwa manusia itu disamping sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial karena selalu terikat dengan orang lain, saling bergantung, mendukung dan bekerja sama yang saling menguntungkan (simbiose mutualistis, resiprokal, sosiologis). Sebagai makhluk individu, manusia sendiri terikat dengan kesendiriannya (secara psikologis). Persoalan manusia seperti ini sudah ada sejak manusia ada; Aristoteles menamakan Zoon Politikon artinya manusia adalah makhluk sosial secara kodrati, karena manusia itu selalu hidup bermasyarakat. Dalam hidup dan kehidupan itu manusia tidaklah wajar mementingkan dirinya sendiri tetapi seharusnya mencintai dirinya sendiri. Mementingkan diri sendiri berbeda dengan mencintai diri sendiri, karena mementingkan diri sendiri itu yang bernuansa egois, serakah/tamak.

Apakah masyarakat itu ? Ialah suatu bentuk kehidupan bersama, dimana tiap-tiap anggotanya bersatu karena pengakuannya sama terhadap nilai-nilai hidup tertentu. Umumnya suatu masyarakat menpunyai dua sifat yaitu masyarakat Paguyuban (Gemeinscharft) dan Petembayan (Gesellscharft); Masyarakat paguyuban itu terjadi karena hubungan pribadi antar anggota-anggotanya yang menimbulkan ikatan batin antar mereka, misalnya keluarga, perkumpulan agama, dll. Sedangkan masyarakat petembayan terjadi karena antara anggota-anggotanya terdapat hubungan pamrih, hubungan yang terutama ditujukan untuk memperoleh keuntungan kebendaan, misalnya perkumpulan dagang, PT, CV, koperasi, dll. Kedua sifat-sifat ini dimiliki oleh setiap masyarakat, mana yang lebih signifikan tergantung dari kasusnya dalam melaksanakan hidup dan kehidupan.

Apa yang dimaksudkan dengan bangsa (nation)? Ialah sejumlah orang-orang yang bersama-sama berkemauan untuk bersatu dalam satu susunan kenegaraan, karena didorong oleh bermacam-macam sebab yang sama, persamaan senasib, seperjuangan, persamaan sejarah, dll. Sebenarnya pengertian bangsa ini banyak ahli-ahli yang telah mengemukakan, misalnya Otto Bauer berpendapat bangsa adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persamaan nasib; Ernest Renan berpendapat adanya keinginan untuk hidup bersama atau bersatu, Sedangkan Karel Househoffer mengatakan pembentukan suatu bangsa bukan hanya faktor persamaan nasib atau faktor keinginan bersatu, tetapi yang paling penting adalah adanya batas-batas wilayah geopolitik yang jelas. Jadi untuk menjadi satu bangsa yang tangguh perlu adanya unsur-unsur perasaan/kemauan bersatu, unsur persamaan nasib dan perlunya ada wilayah tanah air yang menyatu dengan rakyatnya (perhatikan makna Sumpah Pemuda 1928).

Apakan negara itu ? Ialah suatu organisasi bangsa atau organisasi sosial politik yang bertujuan dengan kekuasaanya untuk mengatur dan mengurus hidup dan kehidupan bangsanya sebagaimana disebutkan didalam konstitusinya (baca UUD 1945); Negara seharusnya memiliki memiliki 3 syarat minimum (mutlak), yaitu:

a. Adanya rakyat yang merupakan satu bangsa

b. Adanya daerah teritorial yang tertentu

c. Adanya penyelenggara kekuasaan yang berdaulat kedalam maupun keluar; Kedalam artinya harus ditaati oleh rakyatnya, dan keluar artinya harus mampu mempertahankan NKRI agar tetap eksis bersama-sama dengan bangsa-bangsa beradab lainnya didunia tanpa diskriminasi.

Sebenarnya organisasi kekuasaan adalah negara itu sendiri. Menurut ahli ilmu politik Gaetano Mosca bahwa sifat dan bentuk suatu negara ditentukan oleh perhubungan politik antara mereka yang memerintah dengan mereka yang diperintah. Dalam hubungan dengan Indonesia maka bentuk dan sifat negara adalah merupakan negara kesatuan yang demokratis dan berdasarkan atas hukum. (UUD 1945 Pasal 1). Sebagai negara yang demokratis dapat kita lihat bahwa infrastruktur politik di Indonesia terdiri dari multi partai, bukan partai tunggal atau single mayority ataupun rulling class sebagaimana pernah dipraktekkan dalam sejarah ketatanegaraan kita pada masa lalu. Di Indonesia saat ini kedaulatan dipegang oleh rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 artinya mulai dari presiden sampai kepada lurah, hanyalah sekedar pemegang kekuasaan/kedaulatan negara dan sama sekali bukanlah pemilik kekuasaan/kedaulatan itu sendiri dalam rangka melaksanakan tujuan etis nasional dari NKRI yaitu melindungi/mempersatukan, menyejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Disamping itu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Karena tiap-tiap bangsa didunia ini mempunyai harkat dan martabatnya sendiri, maka perlu ditegaskan bahwa kita "Cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan"(suatu harga mati bagi NKRI).

Kehidupan negara harus dibarengi dengan penegakkan supremasi hukum agar hidup dan kehidupan masyarakat bangsa dan negara selalu berada dalam tata tertib yang disesuaikan dengan perundang-undangan yang berlaku berdasarkan tata urutan perundang-undangan RI (TAP MPR RI No. III/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan dan perundang-undangan). Disamping hal-hal tersebut diatas, perlu mempertimbangkan secara akademis tentang arti kebenaran secara khierarkis yaitu : Benar kata aku, benar kata kami, benar kata kita, dan benar kata hukum. Dalam konteks kehidupan bernegara maka kata hukumlah yang paling tinggi; Tetapi dalam hidup dan kehidupan ini, kadang-kadang justisia harus dikorbankan demi utilitas, dengan kata lain keadilan dikorbankan demi untuk kepentingan umum.

Sangat penting diperhatikan pula bahwa kondisi objektif bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berwawasan Pluralistik /Bhinneka Tunggal Ika, yaitu hidup dan berkehidupan antar suku, agama, ras/etnis dan antar golongan(SARA); Oleh karena itu perlunya menjaga/memelihara semangat toleransi, terutama menyangkut Religious Literacy artinya kepedulian/kemelekan terhadap agama atau keagamaan orang lain, sambil menjaga tentang moral, etika dan akhlak masing-masing agama dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Karena NKRI ini adalah satu negara kesatuan dengan sistem desentralisasi yang pilar utamanya adalah kemandirian lokal maka perlu memperhatikan adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan, atau konvensi (perjanjian) sesuai dengan keadaan pada tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai ke desa-desa yang mempunyai karakteristik tersendiri dalam ikatan NKRI. Disamping itu perlunya politik pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat lokal yang ada dari waktu ke waktu, sehingga pada gilirannya masyarakat lokal tidak lagi hanya menjadi objek tetapi berubah menjadi subjek pembangunan.

(Penulis adalah, Guru Besar Dalam Bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Universitas Tadulako (Bidang Studi Jurusan Civics/Hukum), sebagai bahan diskusi interaktif pada TVRI Palu).



Selasa, 29 September 2009

To do better





... to think more deeply, and to articulate more clearly. ...

-- A Personal Note from William F. Gibson


Dari buku:
How to do systems analysis
by John E. Gibson, William T. Scherer, and William F. Gibson.
ISBN 978-0-470-00765-5 (cloth)







Puncak 'orgasme' politik

"Kalau kampanye merupakan ornamen politik, maka pelantikan ini adalah puncak 'orgasme' politik anggota dewan. ...

sumber kompas.com


Senin, 28 September 2009

Arti belajar yang sesungguhnya adalah

In their book "Everyone's a Coach," Don Shula and Ken Blanchard state,

"Learning is defined
as a change in behavior.
You haven't learned a thing until you can take action and use it."


"Belajar itu artinya mengubah perilaku,
anda belum belajar apapun

hingga anda dapat mengambil tindakan dan menggunakannya"

credit: Failing Forward excerpt


Sabtu, 19 September 2009

The risk of democracy

From Frederik Pleitgen
BERLIN, Germany (CNN)

...
The speaker concludes by saying that it is up to the people of Germany to decide their fate: "In a democracy, only the people can order their soldiers to come home. But if the German people decide to continue this war, then it has sealed its own fate and, on top of that, it will have demonstrated that in a democracy civilians are not innocent after all."
...

more on that on this link




Jumat, 18 September 2009

Penyegaran ?

Jumat, 18 September 2009 | 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemandangan di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (18/9) siang, tak tampak seperti biasanya. Selain dipadati ribuan pemudik, puluhan gadis-gadis cantik pun tampak terlihat di sekitar terminal. Aksi mereka tak pelak "menyegarkan" situasi arus mudik yang biasanya hanya diwarnai oleh kekisruhan para agen dan kernet bus. ...

KOMPAS.com - SPG di Terminal Kampung Rambutan




Kamis, 17 September 2009

Integrity Testing , also for human being

Menyambut hari raya Idul Fitri, semoga Allah SWT memberi berkah kepada kita untuk bisa kembali ke fitrah kita sebagai manusia. Dan dengannya mengembalikan pula integritas kita yang mungkin telah lama hilang.



Filosofi supermarket yang gagal diterapkan

Ada banyak supermarket di kota-kota yang pernah saya singgahi. Silahkan pilih mana yang suka disambangi untuk berbelanja. Antrian, apalagi di hari-hari ini, bisa panjang. Harga barang pas bandrol, gak main tawar.

Dalam lamunan barusan, saya membayangkan bagaimana jika seandainya pengunjung semua supermarket yang saya kenal itu nekat ngotot menawar harga barang di kasir. Tanpa peduli angka yang tertera di label harga. Berapa lama penundaan (delay) akibat proses bertele-tele itu, bahkan jika diasumsikan si petugas kasir akan selalu menjawab dengan "tidak bisa" pada semua pengunjung yang bertanya. Mulai chaos kan ?

Lalu lebih lanjut saya membayangkan kalau semua pengunjung itu gak mau antri. Mereka ngotot main serobot memaksa menawar harga...tambah kacau kan.

Untungnya sejauh ini lamunan saya hanya khayalan. Orang melayu (seandainya bukan WNI semua) yang saya lihat beberapa kali ke supermarket rela untuk tutup mulut tidak mencoba menawar harga. Paling benter juga ngomel soal harga-harga yang memang naik. Mereka juga rela antri...baris seperti bebek saja. Gak gengsi lagi. Padahal di saat mengantri ATM tidak sekali dua kali saya menemui orang tanpa malu menerobos antrian, tanpa mimik tergesa-gesa apalagi bersalah. Padahal yang bersangkutan turun dari mobil mewah, bukan seperti kami para pengantri yang mengendarai motor bebek.

Nah ini anehnya kenapa orang kota bisa tidak menawar peraturan (aturan harga dalam hal ini) dan bersedia mengantri di supermarket,....tapi tidak untuk hal yang lain ? Apa mungkin karena yang membuat peraturan (harga barang) juga tau diri dan tidak seenaknya ? Atau ada yang lain ?

Berapa sering kita mengalami urusan yang dipersulit, lebih dari yang semestinya ? Berapa sering orang harus tarik urat leher untuk hak normatifnya yang sebenarnya tidak susah untuk diberikan ? Berapa banyak urusan yang harus masuk wilayah "siapa lu, siapa gue" ? Kapan kita mulai berhenti menunda hak orang sampai kita dipukuli babak belur ?

Mudah2an ada angin kesadaran bersama betapa melelahkannya carut marut ini, sungguh menghabiskan energi yang harusnya bisa dipergunakan untuk hal lain. Mudah-mudahan akan datang masa kita sudah jarang lagi mendengar ungkapan kasar (tapi sayangnya sering benar), " Kalau gak digetok kepalanya ... ." Dan kita pun bergeser dari bangsa yang katanya ramah dan santun menjadi bangsa pengadopsi "homo homini lupus" , kasar, buas, brutal .... super preman !

Apa kita perlu mengorbankan para pedagang kecil dengan 'memasukkan' jaringan supermarket besar sampai ke tiap kecamatan hanya supaya orang belajar untuk membuat aturan yang logis, mentaati peraturan dan bersedia mengantri ?

Kesannya di Indonesia, sekarang ini, semakin orang mampu membuat peraturan yang semakin aneh .... tandanya ia benar-benar 'sakti'. Dan imbal baliknya hanya orang bodoh dan lemah saja yang taat terhadap aturan.

Hal begini selalu di anggap remeh, tidak dipedulikan, diacuhkan. Terutama bagi mereka yang berlum merasa terkena dampaknya sehari-hari. Mereka akan menyatakan hidupnya baik-baik saja, tidak perlu mengeeunakan waktu memikirkan hal yang seperti ini. Banyak orang lalu jadi permisif dan bahkan menganggap masalah ini tidak pernah ada. Lalu persis seperti bahaya bencana banjir dan kebakaran, jika sudah terjadi pada diri dan keluarga dekat mereka, baru kemudian bersuara, "ohhhh."

Bukankan kejahatan pidana terhadap harta dan nyawa, juga bahaya terorisme tumbuh subur di wilayah yang hukum dan aturannya tidak tegak berdiri ? Kita mengutuk tindakan terorisme yang sampai membawa korban jiwa, tapi anehnya kita "hobi" menambah koleksi orang-orang frustasi. Dan golongan orang frustasi yang paling berbahaya bisa jadi bukanlah golongan preman penjahat di terminal melainkan orang-orang yang sungguh-sungguh ingin hidup dengan benar. Mereka frustasi karena acuan kebenaran universal yang diyakini tidak bisa diterapkan. Lalu masuklah mereka dalam wilayah spiritual yang tentu saja mengandung kebeneran universal tersebut. Bedanya kali ini ada "bonus syurga" yang menanti untuk tidakan yang mereka rencanakan, selanjutnya anda sudah bisa tebak apa yang akan terjadi.

Anehnya, bukannya mulai bersama mengatasi masalah lokal, kita selalu meracau tak karuan soal kebrorokan negara kapitalis macam Amerika/Jerman/Inggris/Australia, dosa besar negara komunis macam China, atau belakangan tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia. Ahhh yang benar saja !

Aneh ... saya masih belum paham juga

Selasa, 15 September 2009

Zen and the Art of Hacking (an excerpt)

(idea) by 18thCandidate

The "art" of hacking is not just a description of how to program effectively. Rather, it is a description of a philosophy that one can apply to one's life. It involves the application of several perspectives and attitudes to your everyday life; you can cultivate these attitudes and perspectives through application of several techniques and actions in your daily life.

What is "Hacking"?
Most people mis-define hacking in a multitude of ways, or define it much more specifically than the term actually represents. Here is a proper definition of hacking:

hacking: The art or techique of manipulation of the inner workings of a task of any type, going hand-in-hand with problem solving.

In other words, hacking is the ability to discern, consider, and utilize the inner workings of anything in the quest to solve new and interesting problems. Many people apply this to computers specifically; this is because there are a great number of interesting problems to solve.

Hacking is not cracking; it has nothing to do with illegal entry into protected systems.

What is the Difference Between "Hacking" and Problem Solving?
Problem solving is basically a specific instance of hacking; one can hack without solving a problem. For example, reading a book and contemplating it does not directly solve any problems, but is most assuredly a form of hacking. On the other hand, writing a computer program is most assuredly both hacking and problem solving.

Problem solving is solving the problem; hacking is understanding the problem.

How Does It Apply To My Life?
Hacking is a mindset, a way of approaching everything in the world around you. Becoming a hacker of anything causes your perspective on the world to change greatly; a realization of the techniques used in hacking and applying them to other aspects of life brings about a feeling that is almost transcendent.

Beyond that, it adds a sense of direction to your life, something that has a great deal of value to many people. One never has to feel without direction any longer.

Fourteen Steps To Enlightenment
To actually achieve this requires some changes to your living style. Most of these are small changes that won't be widely noticeable to the outside world, but truly delving into the art of hacking may bring about some overall changes in your life.

You can feel free to skip any of these that you like, and attempt these in any order; however, each of these steps are important and should at least be attempted.

The overall goal with these steps is to make yourself hack various things, in order to discover the hacking processes that work for you. Through the repetition presented here, you will gradually find yourself incorporating these processes into your daily life.

1. Listen to challenging music, and think about what makes it challenging.
We're not talking about pop music here; we're talking about music that attempts new things and expresses conflicting ideas. The type of music you should look for is the type that causes a great deal of conflicting thought and reaction in your mind, merely from the music of the piece. But why is there a conflict, and what is the conflict? Pondering these issues serves to hack into the core of the music that you are hearing.

Some musicians to look into:
Greg Osby (acoustic jazz)
Isaac Stern (classical violin, esp. his version of Mendelssohn's Violin Concerto)
Kongar-ol Ondar (world music)
Sutekh (techno/house)

2. Become a strong player at a "thinking" game (i.e., chess).
Although chess is a strong choice for a game to learn, it doesn't have to be your choice, particularly if you have a partner available to play against. Other strong choices include Twixt, shogi, and go. Duplicate bridge or contract bridge are also excellent choices, but require four players.

Your choices become much more limited, however, if you are a solitary person. Your best choice if you are alone is to pick up a top-quality chess-playing engine, such as gnuchess, Fritz, or Chessmaster, and play against a machine. Thankfully, these programs are quite good at teaching the game at a graduated pace.

The goal is to eludicate strategies on your own from experience playing the game. Much like the rest of life, all games are full of subtle patterns, and the strong players are the ones that can discern those patterns. Playing a game repeatedly will cause those patterns to be slowly revealed to you, and you'll gain skill in discerning those patterns.

Please continue to read on : http://everything2.com/title/Zen+and+the+Art+of+Hacking




Snaptu: Sleep-deprived doctors told to drink coffee

CANBERRA (Reuters) - Exhausted Australian doctors have been told to drink up to six cups of coffee a day to stay awake during extended shifts,...

http://in.mobile.reuters.com/mobile/m/FullArticle/eIN/CODDIN/noddlyEnoughNews_uINTRE5874AG20090908?src=RSS-ODDIN

--
This email was sent to you from Snaptu mobile application. www.snaptu.com


Minggu, 13 September 2009

Remember the milk

Setelah mencoba sebentar, sepertinya sampai saat ini saya masih belum memerlukan web app tersebut.

Mungkin nanti jika kegiatan dengan mobilitas tinggi saya sudah padat, akan terasa benar manfaatnya.

Sekarang, apalagi dengan koneksi mobile internet yang seperti ini, sepertinya masih lebih layak menggunakan calendar di hp soner saja.

--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone


The Three Towers


Sayangnya koneksi cepat yang stabil belum saya rasakan di wilayah ini. Justru di kota gede baru bisa dirasakan.
Terlalu banyak pengguna?


Mobile test


Pict blogging. Yk test

Rabu, 09 September 2009

Band of Brothers , 3 up 3 down

Film yang baik bukan hanya menghibur pada saat ditonton, tapi juga bisa menginspirasi. Lebih baik lagi jika bisa tetap menginspirasi jauh setelah kita selesai menontonnya. Beberapa waktu lalu saya beruntung sempat melihat filem lama Band of Brothers, persembahan dari Tom Hanks dan Steven Spielberg.

Saat butuh semangat untuk berjuang (pada saat menulis artikel blog ini sebenarnya saya sedang mencari ide untuk tugas kuliah) saya biasanya mengingat :

Three miles up, three miles down!

Band of Brothers
Part one - Currahee
June 4, 1944
Upottery, England
...
Sobel: "Where do we run?"
Easy : "Currahee!"
Sobel: "What's Currahee mean?"
Easy : "We stand alone!"
Sobel: "How far up? How far down?"
Easy : "Three miles up, three miles down!"
Sobel: "Now, what company is this?"
Easy : "Easy Company!"
Sobel: "And what do we do?"
Easy : "Stand alone!"
...

Credit dan link ke artikel orisinal:
http://www.brothers.road-to-liberty.org/



Selasa, 08 September 2009

Apakah anda Geek, Nerd atau malah Dork ?

Walaupun mungkin sekedar gambar iseng, tetapi diagram Venn berikut mungkin bisa dijadikan salah satu alat bantu pengenalan diri. :-)



Yang tidak 'enaknya' mungkin ini juga gambaran bahwa kita memang tidak bisa mendapatkan segala yang kita inginkan dalam hidup.
Yang baiknya ini mungkin bisa dijadikan peringatan, seperti peringatan pada bahaya kecanduan fast food. :-)

Credit dan link orisinal:
http://s2.buzzfeed.com/


Jumat, 28 Agustus 2009

The purpose of computing is insight !

Bagian 2

Pada tulisan sebelumnya (blog) saya coba menggambarkan bahwa abstraksi bagi para engineer itu juga penting, bukan hanya hal-hal yang semacam 'pekerjaan tangan' semata. Pada bagian kedua ini ingin saya berbagi "Aha! moment" yang saya alami pada saat Pak Soes memberi bagian dua kuliahnya yaitu "2. Apakah komputasi itu ?".

Sebenarnya makna yang dikandung dalam kutipan yang diberikan telah pernah saya dapatkan sebelumnya, tetapi Pak Soes memberikan kutipan yang tepat menggambarkan makna yang saya dapat sebelumnya. Kutipan tersebut berupa kalimat:

"The purpose of computing is insight -- not numbers".

Kalimat tersebut berasal dari buku Numerical Methods for Scientists and Engineers, McGraw-Hill, 1962; second edition 1973. Dover paperback reprint 1985. Buku tersebut ditulis oleh seorang bernama Richard Wesley Hamming (1915-1998), yang barangkali lebih dikenal lewat Hamming Code. Pada cetakan pertama tahun 1962, kalimat yang menjadi motto buku tersebut tercetak tersendiri dan cukup besar pada satu halaman. Sedangkan untuk edisi kedua, terdapat penjelasan pada halaman 3. Pada sub bab "1.1 The Five Main Ideas", Hamming menuliskan,
"Numerical methods use numbers to simulate mathematical processes, which in turn usually simulate real-world situations. This implies there is a 'purpose' behind the computing. To cite the motto of the book, The Purpose of Computing Is Insight, Not Numbers. ...

This computing is, or at least should be, intimately bound up with both the source of the problem and the use that is going to be made of the answers--it is not a step to be taken in isolation from reality."

Berkenaan dengan hal ihwal "kehilangan arah" ini, Prof Soesianto dalam tulisannya mengemukakan dengan sangat baik sebagai berikut:

"... . Di dalam [praktik] dengan mudah seorang peneliti tergelincir ke dalam situasi dimana 'the purpose of computing numbers is not (yet) insight.' "

Kemudian lebih lanjut Pak Soes menyinggung tentang implementasi "computing with words" yaitu fuzzy logic. Ini barangkali karena kata dalam kalimat, bagi manusia, lebih dekat kepada pemahaman yang mendalam terhadap sesuatu daripada sekedar angka-angka.

Yang ingin saya sampaikan kembali pada tulisan bagian dua ini pada dasarnya terangkum pada kalimat "The purpose of computing is insight -- not numbers".
Betapa kita, seperti pendapat Einstein, sering terjebak pada upaya habis-habisan untuk meyempurnaan cara/metoda dan melupakan gambaran besar dan tujuan yang ingin kita capai sebenarnya pada awal-awal kegiatan. Tak aneh, mungkin, mengapa konsep DIKW masih jauh panggang dari api.



Ref:
http://0penmind3d.blogspot.com/2009/08/kuliah-prof-soesianto-komputasi.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Insight
http://www.merriam-webster.com/dictionary/insight
http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Hamming


Kuliah Prof Soesianto, komputasi

Beberapa waktu yang lalu saya beruntung bisa mengikuti kuliah Azas Penyelesaian Masalah dari Prof. Ir. F. Soesianto, B.Sc.E., Ph.D. Kuliah tesebut memang tidak sama dengan kuliah metode numerik atau kalkulus (jika tidak salah Pak Soes juga mengajar kalkulus). Kuliah tersebut bukan 'kuliah how to', sehingga mungkin agak abstrak dan mengambang bagi beberapa. Saya sendiri, jika boleh jujur mengakui, amat menikmati kuliah yang beliau berikan. Sekalipun tiap awal pertemuan  kami pusing kerena oleh beliau kami diberi soal matematika yang konkrit.

Di tiap kuliahnya Pak Soes berusaha memberikan sari pati dari ilmu komputasi, samacam bird view atau beberapa seperti snapshot. Karenanya tentu bukan satu tambah satu yang beliau ajarkan. Ada rekan mahasiswa yang bertanya tetang penerapan konkrit dari yang beliau ajarkan, sebab menurutnya apa yang diajarkan sangat abstrak. Pertanyaan tersebut baik dan sah-sah saja, tetapi menggelitik rasa kekhawatiran lama saya. Untuk contoh kasus itu, rekan yang bertanya tadi saya tahu terlatih benar menghitung dalam teknik listrik, jadi beliau pasti pandai berhitung. Maka justru karena itulah kuliah Pak Soes ini penting.

Orang teknik dapat cenderung terjebak pada rutinitas, termasuk rutinitas komputasi. Orang bisa habis-habisan belajar menjadi programmer yang handal, disainer rangkaian yang handal tapi jadi gampang lupa apa tujuan dari aktivitas yang mereka lakukan. Sepintas saya lihat rekan-rekan yang berkecimpung di bidang pemrograman dan jaringan komputer sebenarnya agak beruntung, mereka seharusnya bisa akrab dengan konsep penjenjangan. Dari seorang programmer / tekniksi kemudian menjadi developer lalu menjadi arsitek. Semakin tinggi posisi melihat, biasanya semakin abstrak, walaupun cakupannya akan semakin lebar. Ya trade-off memang benar-benar terjadi dalam hal ini.

Kuliah yang disampaikan Pak Soes penting untuk menjaga keseimbangan agar mahasiswa tidak terdegradasi derajatnya. Melihat mesin komputer berkemampuan tinggi (katakanlah gamming machine) yang hanya dimanfaatkan sebagai kalkulator dengan aplikasi bawaan Microsoft Windows XP saja kita "gerah", apalagi manusia. Berhitung itu penting bagi engineer dan scientist, tapi bukan cuma itu yang harusnya dilakukan. Bukan cuma itu kemampuan yang harusnya dikembangkan. Dalam pandangan saya implikasi dari upaya mempermudah pekerjaan manusia melalui kemampuan perangkat lunak dan keras adalah manusia semakin diposisikan untuk lebih menjadi manusia. Artinya manusia didorong bekerja lebih optimal di wilayah-wilayah yang belum dapat dilakukan oleh perangkat-perangkat tersebut dengan baik. Misalnya di wilayah-wilayah kompleks seperti kreatifitas dan kebijaksanaan. Sekalipun penting pula untuk dicatat bahwa dalam wilayah-wilayah ini pun manusia telah mulai bersaing dengan perangkat yang telah ditanamkan kecerdasan buatan di dalamnya. Tentu jalan panjang masih harus ditempuh mesing-mesin itu untuk menjadi benar-benar sedekat manusia, tetapi tidaklah cukup alasan untuk manusia lainnya buat bersantai.

Mereka yang memiliki kemampuan komputasi yang hebat dalam otaknya tentu akan sangat terbantu dalam menjalankan profesinya sebagai engineer. Tetapi dengan banyaknya perangkat bantuan semacam Mathematica,MATLAB,Maple,Mathcad,SciLab atau bahkan Octave maka perkerjaan seseorang dalam ranah matematis bisa lebih ringan. Artinya lebih banyak resource yang dapat dialokasikan untuk pekerjaan/bidang yang lain. Mereka yang berkonsentrasi mengembangkan kemampuan komputasi manual tetap akan memiliki keunggulan, tetapi pertanyaannya sekarang adalah seberapa besar marjin keuntungannya ? Dan dengan trade-off seperti apa ? Kapankah kita terakhir kali menggunakan buku tabel Log ?

Hampir semua buku yang mengajarkan penggunaan perangkat lunak (CAD/CAE) yang ditulis dengan baik akan mengajarkan untuk tidak terlampau percaya begitu saja dengan hasil yang disajikan perangkat lunak tersebut. Pengguna diharapkan memiliki dasar yang cukup untuk memahami bagaimana hasil suatu program kumputer didapatkan. Artinya kemampuan pengguna pada sisi manual masih harus tetap dijaga. Disinilah kesetimbangan itu diperlukan, dan kuliah Pak Soes kali ini hadir untuk mengupayakannya. Karena memulai 'perjalanan' dengan benar akan sangat memudahkan bagi si penempuh, mencegahnya untuk menghabiskan terlalu banyak energi berputar-putar haluan.


Menutup bagian pertama tulisan ini izinkan saya menulis kutipan favorit:

"Perfection of means and confusion of goals seem -- in my opinion -- to characterize our age." --Albert Einstein

"Penyempurnaan cara dan kekacauan (kebingungan) tujuan -- dalam pendapat saya -- akan menjadi karakter pada masa kita" --Albert Einstein

Sudah lama ingin ditulis ... akhirnya...

Ref:
inf.uajy.ac.id pengukuhan



Senin, 17 Agustus 2009

The Outspoken

...
I'm like a head trip to listen to, cause I'm only givin you things you joke about with your friends inside your living room

The only difference is I got the balls to say it in front of y'all and
I don't gotta be false or sugarcoated at all

I just get on the mic and spit it and whether you like to admit it I just shit it better than ninety percent of you rappers out can
...

"Real Slim Shady" by Eminem



[> www.contactmusic.com:

Canadian singer ALANIS MORISSETTE has hit out at critics of EMINEM's outspoken lyrics - insisting he sets a good example to others by expressing his anger through music instead of actions.

The IRONIC star is inspired by controversial Eminem's lack of censorship, but disagrees with many of the opinions featured in his raps.

She explains, "I adore Eminem's lack of censorship. His music shows how anger expressed through art is so much less destructive than acting it out in day-to-day life.

"I don't agree with all of his opinions, but I don't think it's a matter of having to agree or disagree with him, as much as behold him. I can appreciate the place from which he writes."

07/07/2005 09:05

Minggu, 16 Agustus 2009

Menjadi seorang engineer, karena cinta atau memang dasarnya masochists ?

dari coretan Note di FB

Ada banyak jalan untuk mencari uang, lebih banyak lagi untuk mencari harta, beberapa jalan lain untuk mencari ketenaran, plus alternatif lainnya untuk mencari wanita. Untuk mencari kekuasaan ada lebih banyak lagi.....so mengapa harus engineering ?

Jika ukurannya uang dan harta lainnya, di dunia umumnya rata-rata penghasilan engineer lebih kecil (bahkan jauh lebih kecil) dari 'ekonom' dan marketer.

Mencari ketenaran ? Kecuali Bill Gates, mungkin gak ada yang seberuntung itu untuk terkenal sedunia ... Paling-paling ilusi sesaat dari titel highschool geek dan nerd.

Mencari wanita ... jelas bukan tipikal rock star. Berlian lebih berkilau, BMW dan Mercy lebih menggoda hasrat. Parahnya lidah bisa jadi terlanjur kaku, kelu untuk meluncurkan gombalan maut. Karena untuk berbohong 'engineer by training' sejati masih memerlukan analisa statistik (masih ingat Lies, Damn Lies and Statistics ? wkwkwk ). Walaupun engineer mungkin sedikit lebih terlatih daripada scientist untuk berbohong.

Menjadi penguasa ? Kekuasaan itu diraih dengan manipulasi ... habis-habisan. Engineer memang terlatih untuk memanipulasi keadaan , but it is a good manipulation. Mewujudkan mimpi dan rancangan, mengatasi kesulitan dan ketidak-idealan. Tapi salah-salah memanipulasi jembatan bisa patah, bangunan bisa runtuh, rangkaian elektronik bisa terbakar, aliran listrik bisa putus, dan orang-orang bisa mati. See ? Limitation, we do have limits, so many of 'em.

Jadi mengapa orang ada yang menjadi engineer ? Ketidak sengajaan, kecelakaan ? Karena hobi ? Karena hasrat ? Karena cinta ? Atau jangan-jangan memang karena pada dasarnya masochist ?

Sesuatu yang mungkin perlu dijabarkan pada jiwa-jiwa muda, masa SMA. Inilah dunia dengan konsekuensinya, apa yang ingin kau cari nak ? Benarkah ini yang kau inginkan ?

Atau meminjam lirik dari soundtrack Transformer 2, "21 Guns" oleh Green Day:

Do you know what's worth fighting for
When it's not worth dying for?
Does it take you breath away
And you feel yourself suffocating?
Does the pain weight out the pride?
...

Yup, they said it very well: " Does the pain weight out the pride? "

Sabtu, 15 Agustus 2009

Saturday night fever, mine ...




Hole in My Soul
[ Aerosmith : Nine Lives in 1997 ]

I'm down a one way street
With a one night stand
With a one track mind
Out in no man's land
The punishment sometimes
Don't seem to fit the crime

Yeah there's a hole in my soul
But one thing I've learned
For every love letter written
There's another one burned
So you tell me how it's gonna be this time

Is it over?
Is it over?
'Cause I'm blowin' out the flame

Take a walk outside your mind
Tell me how it feels to be
The one who turns
The knife inside of me

Take a look and you will find
There's nothing there, girl
Yeah I swear, I'm telling you, girl yeah 'cause

(Chorus)
There's a Hole In My Soul
That's been killing me forever
It's a place where a garden never grows
There's a Hole In My Soul
Yeah, I should have known better
'Cause your love's like a thorn without a rose
Yeah, yeah

I'm as dry as a seven year drought
I got dust for tears
Yeah I'm all tapped out
Sometimes I feel broken and can't get fixed

I know there's been all kinds of shoes
Underneath your bed
Now I sleep with my boots on
But you're still in my head
And something tells me this time
I'm down to my last licks

'Cause if it's over
Then it's over
And it's driving me insane

Take a walk outside your mind
Tell me how it feels to be
The one who turns
The knife inside of me
Take a look and you will find
There's nothing there, girl, yeah, I swear
I'm telling you girl yeah 'cause

(Chorus)

Yeah, is it over?
Yeah, it's over
And I'm blowing out the flame

Take a walk outside your mind
Tell me how it feels to be
The one who turns
The knife inside of me
Take a look and you will find
There's nothing there, girl, yeah, I swear
I'm telling you girl yeah 'cause

(Chorus)

Lyric was taken from : sing365.com

Jumat, 14 Agustus 2009

DIKW, sekedar mimpi ?

Sekilas lintas pagi hari, di antara jepitan dan kejaran tugas ....
[hingga diedit lagi]

Data --> Information --> Knowledge --> Wisdom

Suatu waktu terlihat [olehku] informasi perjalanan dari data menuju kebijakan. DIKW model, begitulah lazim dikenalnya menggambarkan perjalanan dari data menjadi informasi, lalu menjadi ilmu pengetahuan lalu di ujungnya menjadi kebijaksanaan. Versi model DIKW yang menempatkan wisdom di akhirnya lebih saya sukai. Manusia masih berbeda dari mesin buatannya karena faktor kebijaksanaan (wisdom) ini.

Seorang yang menempuh perjalanan pendidikan seharusnya menuju wisdom, agar ia semakin menjadi manusia, dan bukannya 'menuju' knowledge apalagi sekedar informasi yang hanya akan menempatkannya bersaing dengan mesin-mesin rakitan rekan-rekan manusianya.

Menjadi bijaksana adalah pelajaran yang hilang di jenjang pendidikan tinggi. Sebagai gantinya pendidikan tinggi (barangkali) menghasilkan operator-operator yang handal. Ahli menghitung dan ahli penggunaan aplikasi mesin komputer, lalu kehilangan makna dari hasil analisanya sendiri.

Sulit mengharapkan pemanusiaan manusia, dan manusia yang paham dari hasil macam ini. Karenanya barangkali pejuang sejati kebaikan manusia bangsa kita akan lebih banyak berasal dari kaum 'tidak terdidik' daripada mereka yang lulusan jenjang S1, S2 bahkan S3. Karena kelompok-kelompok yang terakhir bisa jadi lebih terbiasa sibuk untuk power sharing , berkomplot untuk memperoleh sesuatu, atau bahkan sekedar mengejar target setoran. Lalu sekolah yang tinggi tidak lagi sinonim dengan pendidikan yang tinggi.

Mudah-mudahan saya sangat salah dalam hal ini, sebab jika tidak bagaimana dan di mana lagi saya akan belajar untuk menjadi manusia yang lebih bijak dalam kebenaran ?

Uhhh ... WE LOST THE WOOD FOR THE TREES



Selasa, 04 Agustus 2009

Atmega AVR atmega8535 LCD links

Maaf benar-benar saya tidak mampu membagi waktu dengan lebih baik, untuk saat ini. Maka bagi yang berkepentingan silahkan lihat link-link berikut ini. catatan: links dicari dengan kata kunci berikut di Google:
(avr | atmega | atmega8535) lcd port output

links:
micah
scienceprog
iddhien
azies-tech.com

azog

Bagi mhs, tolong yang rajin membaca. Selamat berjuang untuk TA anda !



Jumat, 17 Juli 2009

Belajar disiplin

Belajar berdisiplin alias mendisiplinkan diri memang terkenal susah. Sebagai mana hal-hal lain dalam hidup selalu ada orang yang memperhatikan cara-cara untuk melakukannya. Seperti biasa pula saya menemukan buah pikiran atau setidaknya penyimpulan yang dilakukan John C. Maxwell , seorang penulis buku, pembicara dan pelatih dalam bidang kepemimpinan, sangat inspiratif

Lima langkah menuju keberhasilan
1. Start Early (mulailah di awal)
2. Start with Yourself (mulailah dari dirimu sendiri)
3. Start Small (mulailah dengan hal-hal yang kecil)
4. Start with the End in View (mulailah dengan merencanakan akhir yang diinginkan / capaian)
5. Start Now (mulailah dari sekarang)

Referensi:
catalystspace john_maxwell_starting


Selasa, 14 Juli 2009

Antara konsep dan implementasi #2

Catatan kecil perjalanan:

Sebagai seorang muslim saya sejak kecil diajarkan bahwa saya harus berdoa sesuai dengan ajaran agama saya. Dan seorang muslim akan berdoa dengan doa-doa muslim. Tidak ada masalah dengan itu, doa-doa dalam Islam ada banyak dan baik isinya serta indah.

Suatu waktu saya bertemu dengan kata-kata yang baik, yang juga indah, menginspirasi dan bahkan menggetarkan di sebuah buku. Ternyata kata-kata tersebut
merupakan doa dari rekan-rekan yang beragama Kristen.

Karena saya muslim maka saya tentu tidak akan berdoa dengan doa ini. Tetapi bagi saya, sejauh ini, kata-kata yang baik (doa atau bukan doa) dari manapun datangnya adalah kata-kata yang baik. Sedikit berusaha mensyukuri nikmat Allah SWT, berupa akal budi yang masih berfungsi untuk dapat mencerna kata-kata dalam bahasa manusia.

Kata-kata yang baik, yang menginspirasi, seringkali menggetarkan jiwa. Menyeru pada kebaikan universal, perjuangan untuk menjadi manusia.

May God bless you with discomfort
at easy answers, half truths and superficial relationships
so that you may live deep within your heart.

May God bless you with anger
at injustice, oppression and exploitation of people
so that you may work for justice, freedom and peace.

May God bless you with tears
to shed for those who suffer pain, rejection, hunger and war
so that you may reach out your hand to comfort them and
to turn their pain into joy.

And may God bless you with enough foolishness
to believe that you can make a difference in the world
so that you can do what others claim cannot be done
to bring justice and kindness to all our children and the poor.

Bagi rekan-rekan yang beragama Kristen, CMIIW, kata-kata indah tersebut berasal dari Franciscan blessing atau “Franciscan Benediction,” sebagaimana yang dikutip oleh Phillip Yancey dalam bukunya, Prayer: Does It Make Any Difference?

Reference:
[1] A Franciscan Benediction
[2] Alan in Belfast


Antara konsep dan implementasi #1

Membedakan antara benar dan salah itu sangat susah, tidak di setiap waktu bisa dilakukan dengan baik. Tapi melakukan/mengikuti yang benar dan menghindari yang salah itu jauh lebih sulit.

Salah satu doa muslim yang temasuk paling mengena, paling sederhana sekaligus paling lengkap yang sempat ditemui adalah sbb:

اَللَّهُمَّ أَرِنِي الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنِي اِّتبَاعَهُ، وَأَرِنِي الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنِي اجْتِنَابَهُ، وَلاَ تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيَّ فَأَضَلُّ

“ALLAHUMMA AARINAL HAQQA HAQQA WARDZUQNATT-TIBA’AH WA AARINAL BATHIL BATHILA WARDHUQNAT TINAABAH….”

"Ya Allah tunjukkanlah yang benar itu benar, dan berikanlah kemampuan kepada kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah yang bathil itu bathil dan berikanlah kemampuan kepada kami untuk menjauhinya.”


Senin, 29 Juni 2009

My Way, akhir hidup yang indah

Lagu sebagai karya manusia kadang memang bisa memberikan inspirasi. Sekalipun berasal dari budaya yang berbeda, sebuah lagu bisa menyampaikan gagasan dengan cara yang indah.
Konsep 'kematian yang baik' atau 'mati dalam keadaan yang baik' sudah sering banyak orang Indonesia dengar. Menarik juga mendengar apa yang dilantunkan oleh orang dari budaya yang berbeda tentang hal yang sama.



My Way

Artist: Frank Sinatra

And now, the end is near,
And so I face the final curtain.
My friends, I'll say it clear;
I'll state my case of which I'm certain.

I've lived a life that's full -
I've travelled each and every highway.
And more, much more than this,
I did it my way.

Regrets? I've had a few,
But then again, too few to mention.
I did what I had to do
And saw it through without exemption.

I planned each charted course -
Each careful step along the byway,
And more, much more than this,
I did it my way.

Yes, there were times, I'm sure you knew,
When I bit off more than I could chew,
But through it all, when there was doubt,
I ate it up and spit it out.
I faced it all and I stood tall
And did it my way.

I've loved, I've laughed and cried,
I've had my fill - my share of losing.
But now, as tears subside,
I find it all so amusing.

To think I did all that,
And may I say, not in a shy way -
Oh no. Oh no, not me.
I did it my way.

For what is a man? What has he got?
If not himself - Then he has naught.
To say the things he truly feels
And not the words of one who kneels.
The record shows I took the blows
And did it my way.

Yes, it was my way.

Ref:
[1] http://www.lyrics007.com/


Minggu, 28 Juni 2009

Sekedar cerdas tidaklah cukup

Untuk mahasiswa cerdas di seluruh nusantara

Dr. Otto Octavius to Peter Parker:
Being brilliant's not enough, young man.
You have to work hard.
Intelligence is not a privilege, it's a gift.
And you use it for the good of mankind.


Spider-Man 2 (2004)


Kamis, 25 Juni 2009

Sherlock Holmes by Arthur Conan Doyle download

1000 novels everyone must read: Andrew Lycett on Arthur Conan Doyle | Books | The Observer
Source: www.guardian.co.uk
Andrew Lycett: Arthur Conan Doyle alighted on the modern detective novel in haphazard fashion

Yang berminat silahkan download karya lengkapnya dalam format PDF di sini:
http://spellbreaker.org/~chrender/Sherlock_Holmes/




Minggu, 21 Juni 2009

Penniless Scientists

THE HULK (2003)

Glenn Talbot to Bruce Banner (Dr. Krenzler / Hulk):
...
"You know, someday I'm gonna write a book...
and I'm gonna call it When Stupid Ideals Happen To Smart, Penniless Scientists."
...


Reference:
[1] www.script-o-rama.com


Jumat, 19 Juni 2009

Ignorance


"Compared to ignorance,
stupidity is nothing."

- Sunu Pradana, 2009



Dari http://en.wiktionary.org/wiki/idiocracy  :

idiocracy

English (Noun)

idiocracy (plural idiocracies)

  1. (humorous) Rule by idiots.
.


Seperti kelompoknya maka seperti itu pula individunya ?


“Birds of a feather flock together.”


Seringkali seekor burung dapat dikenali dari kawanannya. Karena cenderung hanya burung-burung sejenis yang terbang bersama-sama.

This quote originates from the idea of the ancient Greek philosopher Democritus (c.460 BC), who stated: `Creatures flock together with their kind, doves with doves, cranes with cranes and so on.'


Our English Proverb‥That birds of a feather will flock together. To be too intimate with sinners, is to intimate that you are sinners.
[1660 W. Secker Nonsuch Professor 81]

Referensi:
[1] wiki.answers.com



Akademisi, kaum ilmiah, benarkah ?

Pertama kali menemukan tulisan Tan Malaka ini saya tersentak. Merasa tertohok, terhina tetapi sekaligus tersadarkan. Betapa rutinitas sehari-hari dan pemahaman lingkungan (kelaziman lokal) telah mengaburkan esensi dari aktifitas yang dilakukan.

Saya tidak sepaham dengan keyakinan Tan Malaka yang kiri, tetapi bukankah butir-butir pemikirannya terbuka untuk dikaji ? Bukankah saya termasuk di antara orang-orang yang sampai sekarang diberi amanah untuk melakukannya (seberapa pun masih amatir dalam kemampuan) ?

Tan Malakan, sang pejuang bangsa, bahkan pada tahun 1946 telah memperingatkan tentang kesombongan akademik. Tentang bagaimana "orang-orang" akademik terjebak pada kedangkalan pemikiran dalam balutan gaun indah ilmu pengatahuan, lengkap dengan lingo-nya.

Pemikiran zaman baheula Tan Malaka ternyata malah menjadi semakin relevan di dunia modern tahun 2000-an.
Manusia masih saja diajarkan secara massal untuk bersaing dengan ciptaannya sendiri. Bersaing dengan kalkulator, dengan computer, dengan robot. Atas nama tenaga kerja murah, manusia semakin direndahkan kemanusiaannya.

Dan bagaimana mau mencerdaskan kehidupan bangasa jika para "pekerja akademik" benar-benar terjebak dalam rutinitas, ritual yang tidak pernah dikaji ke-efektifitasn-nya. Pikirannya tertutup, beku, sombong hingga tidak mau berubah sedikitpun.

Seorang fisikawan yang namanya masih dikenang hingga hari ini pernah mencoba menggambarkan peran manusia sesungguhnya, masih jauh di atas kemampuan mesin-mesin karyanya hingga hari ini;

“Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited to all we now know and understand, while imagination embraces the entire world, and all there ever will be to know and understand.” - Albert Einstein




Berikut adalah kutipan bahan introspeksi diri, peringatan Tan Malaka bagi kita, ditulis di masa notebook dan netbook belum berserakan dan di kampus internet belum tersedia.


Thesis (10 Juni 1946)

KATA PENGANTAR
...
Kita membenarkan sama sekali keperluan latihan akademi dalam ilmu seperti kimia, listrik, dan tehnik. Tetapi inipun tidak berarti bahwa yang ulung dan berhak bersuara dalam ilmu semacam itu mestinya hanya keluaran akademi saja. Cukuplah disini disebutkan bahwa pembikin beberapa teori yang amat berharga dalam hal listrik di jaman listrik ini seperti Michael Faraday Cuma keluaran sekolah sebenggol (rendah) saja. Thomas Edison, penemu (inventor) listrik diusir oleh gurunya dari kelas satu atau dua di sekolah rendah tadi pula karena…..bodoh.

Penuh contoh lain-lain dalam ilmu seperti tersebut diatas: tehnik, kimia, matematika ataupun BIOLOGY. Banyak ilmu yang dijalani dan teori penting yang dibentuk oleh hokum akademicia. Sebaliknya banyak pula contoh yang membuktikan bahwa akademici itu Cuma tukang hafal saja, tukang "catut" ilmu orang lain saja. Semuanya membuktikan bahwa "title" itu Cuma satu surat "pas" saja dalam dunia kecerdasan, bukanlah kecerdasan sendiri!
...

TAN MALAKA

referensi:
[1] http://www.tanmalaka.estranky.cz/clanky/karya-karya-tan-malaka/thesis--_10-juni-1946_


Forrest Gump Quotes


‘Maybe I am an idiot,’ I said, ‘but I’m not stupid.'

'I was born an idiot, but ‘I’m cleverer than most people think.’



diambil dari buku:

Forrest Gump
by Winston Groom
ISBN 0 582 41781 3

Buku ini pernah dibuat menjadi sebuah film, dengan Tom Hanks sebagai aktor utamanya



Kamis, 18 Juni 2009

Invictus by William Ernest Henley

.
I N V I C T U S


by William Ernest Henley
(23 August 1849 – 11 July 1903)

Out of the night that covers me,
Black as the Pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.

In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeoning of chance
My head is bloody, but unbowed.

Beyond this place of wrath and tears
Looms but the Horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds, and shall find me, unafraid.

It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll
I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.

.


Selasa, 16 Juni 2009

Principle of learning


One has to investigate the principle in one thing or one event exhaustively . . .
Things and the self are governed by the same principle. If you understand one, you understand the other, for the truth within and the truth without are identical.
-- Er Cheng Yishu, 11th century


Diambil dari buku

The Art of Learning:
A Journey in the Pursuit of Excellence
Josh Waitzkin
ISBN: 9781416538868

.


Jumat, 12 Juni 2009

Deceitfulness of a woman


No man hath it in his power to over-rule the deceitfulness of a woman.


— MARGUERITE OF NAVARRE
.


Kamis, 11 Juni 2009

Don't blink if you do not have to

 ... “if you even blink, you can get yourself in trouble.”
-- Doug McGowan, H-P Innovation Centers

Dari buku "Thinking strategically in turbulent times : an inside view of strategy making"
-- Alan M. Glassman, Deone Zell, and Shari Duron.  ISBN 0-7656-1251-8



Minggu, 07 Juni 2009

Memberi dan menerima

Every day I remind myself that my inner and outer life are based on the labors of other men,
living and dead, and that I must exert myself in order to give in the same measure as I have received
and am still receiving.

Albert Einstein
US (German-born) physicist (1879 - 1955)

"Setiap hari saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa kehidupan saya di dalam dan di luar, dibangun di atas hasil pekerjaan orang lain, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal,
karenanya saya harus berusaha sekuat mungkin agar saya dapat memberi kembali sebanyak yang telah saya terima, dan [edited] saya masih dalam posisi menerima dari orang lain"
- Albert Einstein

diambil dari: quotationspage.com

Untuk Samarinda lebih baik

Terinspirasi dari tulisan Ade Fadli di Facebook.

Untuk dan demi masa depan kota Samarinda (sebuah khayalan yang terpicu banjir)

Dicari: Sekelompok orang yang pada mereka ada kekuatan finansial, pengaruh sosial dan politik, yang mau dan mampu untuk berkomitmen melaksanakan hal-hal berikut:

Menjaga kekompakan yang didasarkan pada ketulusan niat dan tujuan;

saling menjaga dan memelihara integritas pribadi dan kelompok;

menjadi penjaga demokrasi sekaligus menjadi benevolent dictators pada saat memang diperlukan;

mempengaruhi secara sangat efektif keputusan yang diambil oleh eksekutif dan legislatif untuk mengerjakan hal-hal yang selaras dengan niat dan tujuan kelompok yang mulia;

selalu berusaha berfikiran terbuka secara proporsional, sangup untuk terus bertumbuh kembang dan cukup rendah hati untuk belajar seumur hidup selagi mampu;

memimpin dengan memberi contoh yang baik (leading by example);

membumikan ajaran ketuhanan (spriritual) sehingga tidak menjadi suatu rangkaian seremoni yang kering yang pelaksanaannya tampak tidak berpengaruh pada kehidupan harian para penganutnya;

senantiasa berusaha secara untuk menggunakan akal sehat dalam menyelesaikan permasalahan kota;

menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang baku (diakui secara internasional) sebagai panglima, tidak semata mengandalkan kemauan nufsunya sendiri;

bersedia untuk diatur dan ditata sebagian besar cara berfikirnya menurut ilmu pengetahuan, setidaknya sampai ia/mereka mampu membuktikan adanya kesalahan atau menemukan sesuatu pemahaman baru yang lebih baik;

menggunakan common sense, bukan hanya pada menuruti lingkup yang sangat lokal tetapi juga keumuman pada lingkup internasional;

mampu membedakan antara cara dengan tujuan dan menolak untuk tunduk pada prosedur yang tidak efektif untuk mencapai tujuan;

memiliki keinginan untuk menyumbang kepada body of knowledge, minimal untuk saling menyumbang guna mengembangkan pemahaman manusia tentang alam semesta.


Dugaan saya, hanya dengan kekuatan kolektif seperti itulah maka warga Samarinda bisa digerakkan untuk mengelola kotanya menjadi relatif lebih baik, tidak hanya soal banjir tapi juga untuk banyak aspek lainnya.
Sering kali yang terpenting adalah nilai-nilai inti yang dimiliki, selebihnya hanyalah pantulan pada cermin.


Jumat, 05 Juni 2009

Belajar kalkulus, matematika, dengan video

Untuk yang ingin belajar dengan media audio visual

"We have 700+ videos ... covering everything from basic arithmetic and algebra to differential equations, physics, and finance ... ."

Source: www.khanacademy.org
The Khan Academy is a not-for-profit organization with the mission of providing a high quality education to anyone, anywhere.



Rabu, 03 Juni 2009

Bagaimana memilih pemimpin

Memilih pemimpin sering kali bukan hal yang mudah, banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Salah satu yang kembali terlintas di benak saya, tapi tidak terlalu sering diungkap di media nasional adalah bagaimana perlakuan seorang pemimpin terhadap "orang-orang kecil". Kata-kata merakyat dan kerakyatan memang sedang laris-larisnya diobral menjelang pilpres. Tapi benarkah para pemimpin itu sanggup memperlakukan rakyat kebanyakan dengan perlakuan yang layak ?

Seorang pemimpin umumnya diasumsikan sebagai seorang yang terbaik di kelompok/masyarakatnya, seorang yang "besar". Sedangkan rakyat umumnya bermakna "orang-orang kecil" yang cenderung lemah dan tidak berdaya di hadapan kekuasaan. Menarik untuk meningat beberapa kutipan berikut, perihal hubungan "orang besar" dan "orang kecil":



“A great man shows his greatness by the way he
treats little men.”


                                               
-- 
Thomas Carlyle

[Kebesaran seseorang dapat dilihat dari bagaimana cara ia memperlakukan orang-orang kecil]


“The price of greatness is responsibility.”

                                               
-- Sir Winston Churchill

[Harga dari kebesaran / keagungan adalah tanggung jawab]


Orang kecil belum tentu bersalah karena belum menjadi orang besar. Orang kecil bisa jadi adalah orang yang taat hukum, santun, dan pandai dalam satu atau lebih bidang kehidupan. Bisa pula "orang kecil" menjadi apa adanya (tanpa harta dan tahta) karena memang tidak sangat tertawan hatinya dengan kemilau dunia. Lagi pula yang sekarang masih menjadi "orang kecil", di masa depan bisa menjadi "orang besar". Menzaliminya sekarang sama saja artinya kita menanam masalah. Jangan menabur angin kalau tidak hendak menuai badai di kelak kemiudian hari.Karena roda hidup memang berputar.

Sebagai bahan introspeksi, marilah belajar untuk bersama tidak menzalimi seseorang hanya karena dia "orang kecil". Tidaklah harta dan tahta yang selalu menjadi keutamaan seseorang. Seorang bisa menjadi "besar" dan bahkan mengubah dunia menjadi lebih baik  dengan kemulian perilaku, kemampuan berfikir dan keberanian bertindak.

Selamat memilih Presiden RI, memilih seorang pemimpin. Kalau kita tidak senang untuk memanipulasi dan menzalimi "orang kecil" maka bijak kiranya kalau kita pun tidak memilih seorang pemimpin yang berani menzalimi seseorang semata karena ia  tidak memiliki harta dan tahta.

Tuhan lindungi kami selalu dari kezaliman diri kami dan orang lain.


Senin, 18 Mei 2009

Ngadem di Masjid Gedhe Yogyakarta

Awalnya saudara sepupu saya mengajak saya singgah ke Masjid Gedhe untuk sholat Zuhur. Saat itu panas terik terasa di kepala, wuihhh.



Masjid Gedhe ( Masjid Agung Kauman ) terletak di sebelah barat dari Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta, tepatnya di Jalan Plataran Kauman. Sepintas memang keberadaan masjid tidak gampang terlihat dari Jl. Alun-Alun Utara, tapi jika kita terus ke barat, maka untuk kendaraan roda empat ada tempat untuk parkir di timur masjid. Kalau menggunakan kendaraan roda dua maka kita pergi ke jalan Plataran Kauman, di sana (di sebelah kanan jalan) ada gapura masuk kawasan masjid. Motor bisa dibawa masuk parkir di dalam kawasan masjid, dan memang ada penjaga parkirnya.


Kawasan Masjid Gedhe Yogyakarta cukup luas dan ada beberapa bangunan di kompleks tersebut.




Selain nyaman untuk sholat, Masjid Gedhe nyaman untuk tempat mendinginkan diri. Beberapa kali ke sana, rasanya selalu teduh...angin berhembus...dan sumpah bawaannya ingin tidur. Di tengah suasana panas tengah hari kota Jogja, berhenti sementara, sholat dan berteduh di Masjid Gedhe Kauman sungguh menyenangkan.


Makan enak di Jogja, oseng oseng mercon

Tadi malam melanjutkan "perjalanan spiritual" (maksud sebenarnya : mencari-cari makan) di Yogyakarta, saya "membajak" sepupu untuk mencoba oseng-oseng mercon. Makan enak dan tidak mahal bisa menjadi obat pasca stress buat saya, karena itu...jadilah kami berangkat.

Sebagaimana banyak makanan murah dan enak di Yogya, oseng mercon bukanya malam hari. Letak tendanya di Jl. K.H. Ahmad Dahlan, persisnya di lampu merah sebelah barat, dekat tikungan ke Jl. Wakhid Hasyim.

Saya, sebagai yang bukan orang Jogjakarta menyebut deretan ruas jalan berikut sebagai ruas jalan pemotong kota Yogya (karena letaknya di peta seolah-olah lurus memotong kota), jalan2 tersebut adalah (dari paling timur lurus ke barat) : Jl. Wonocatur, Jl, Kusuma Negara, Jl.Sultan Agung, Jl. Senopati, Jl.K.H. Ahmad Dahlan, Jl. Wirobrajan, Jl. R.E. Martadinata.

Kalau mau ke oseng - oseng mercon dari Jl. Malioboro, tinggal pergi lurus ke selatan melewati Jl. Ahmad Yani lalu belok ke barat (belok kanan) ke Jl. K.H Ahmad Dahlan. Letak tendanya (kalau kita menghadap ke barat) di kanan jalan.



Mejeng dulu di depan tenda warung, jarang-jarang saya berani difoto.


Dengan Rp.7000,- (waktu saya post ini), kita bisa menikmati masakan oseng-oseng daging yang super pedas (karena itu diberi TM : mercon). Kalau perut kurang bersahabat dengan yang super pedas, ada solusi yang bisa dicoba yaitu dengan makan NORIT (activated carbon) terlebih dahulu. Biasanya di toko-toko obat banyak tersedia, dan NORIT sebenarnya bukan obat karenanya bertanda hijau. Untuk saya ini benar-benar solusi untuk menikmati pedasnya oseng mercon.

Masnya yang jualan, di rombong itu anda juga bisa pesan makanan tambahan lain, usus misalnya.

Lumayan sambil nunggu kepastian tiket pulang yang sudah diusahakan saudara sepupu saya yang baik, kami melanjutkan perburuan makanan. Klo besok sudah bisa pulang, maka malam ini jatahnya nyari "sajen" buat perut yang terakhir di Yogya.

Angkringan, anyone ?

Selamat hunting panganan di kota Yogyakarta.